Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/h_history/1935355-origin-zombie/

Zombie adalah manusia yang telah mati tetapi mayatnya bangkit kembali. Legenda Zombie berasal dari kepercayaan Afro-Karibia yang lebih dikenal dengan Voodoo, memaparkan bahwa manusia yang telah mati bisa dikendalikan dan digunakan sebagai budak oleh penyihir (bokor) yang kuat. Zombie mulai populer ketika diangkat dalam film horor Night of the Living Dead pada tahun 1968. Terdapat beberapa etimologi yang mengacu pada asal kata zombie. Salam satunya adalah jumbie, diambil dari bahasa Indian Barat yang berarti hantu. Asal kata lainnya adalah nzambi, berasal dari bahasa Kongo yang berarti ‘arwah dari orang mati’. Menurut kamus Merriam-Webster, kata zombie mulai dimasukkan dalam kosakata bahasa Inggris di tahun 1871, berasal dari kata zonbi yang artinya orang dipercaya telah mati dan bangkit kembali tanpa bisa berbicara atau memiliki akal budi.

In Voodoo
Menurut kepercayaan Voodoo, orang yang telah mati dapat diterima oleh bokor atau penyihir voodoo. Zombie akan tetap berada di bawah pengendalian bokor karena tidak lagi memiliki keinginan. ‘Zombi’ juka menjadi julukan untuk dewa ular Voodoo yakni Damballah Wedo. Dalam bahasa asli Niger-Congo, kata nzambi berarti dewa. Yang juga exist dalam tradisi Voodoo adalah bahwa energi kehidupan zombie, yaitu arwah manusianya sendiri, ditahan oleh bokor untuk meningkatkan kekuatan sihirnya. Di tahun 1937, ketika meneliti kehidupan masyarakat asli di haiti, Zora Neale Hurston menemui kasus dimana seorang wanita muncul di sebuah desa dimana keluarganya mengklaim wanita itu adalah Felicia Felix-Mentor, seorang relawan yang telah meninggal dan dikuburkan di umur 29. Hurston berspekulasi bahwa wanita misterius tersebut dibangkitkan kembali bukan dengan upacara ritual tetapi dengan obat-obatan tradisional tertentu, tetapi ia gagal menemukan bukti yang kuat.
Beberapa dekade kemudian, Wade Devis, seorang ethobotanist dari Harvard, mempresentasikan sebuah kasus farmakologi mengenai zombie dalam 2 buku yakni The Serpent and The Rainbow(1985) dan Passage of Darkness: The Ethnobiology of the Haitian Zombie(1988). Davis berkelana ke Haiti di tahun 1982, dan sebagai hasil investigasinya ia mengklaim bahwa seorang manusia hidup dapat diubah menjadi zombie dengan menggunakan 2 bubuk spesial yang masuk ke dalam saluran darah. Bubuk pertama bernama coup de poudre (bahasa Perancis dari ‘powder strike’) yang mengandung tetrodotoxin (TTX), dan terdapat dalam binatang pufferfish. Bukuk kedua adalah campuran serbuk tumbuhan yang salah satunya dinamai datura. Kedua bubuk tersebut bisa mengubah manusia normal ke dalam kondisi ‘mati’, tidak berkeinginan dan pucat. Gejala keracunan TTX memiliki ciri tubuh kaku, pusing, pingsan sampai dengan kematian. Menurut neurologist bernama Terence Hines, komunitas sains dilarang memakai tetrodoxin karena efeknya yang berbahaya.

In Folklore
Di abad pertengahan, kepercayaan bahwa arwah orang yang telah mati dapat kembali ke bumi dan menghantui manusia yang masih hidup sangatlah umum. Kepercayaan ini banyak ditulis pengarang kontemporer Eropa seperti William of Newburgh serta Walter Map. Menurut Ensiklopedia Things that Never Were dari Perancis, arwah-arwah yang kembali ke bumi pada umumnya bertujuan membalas dendam atas ketidakadilan yang diterima semasa hidup. Mereka terlihat seperti tengkorak manusia atau mayat yang telah busuk, lalu berkeliaran tengah malam di sekitar perkuburan. Draugr dari mitologi Nurse abad pertengahan juga dipercaya sebagai mayat para prajurit yang bangkit dan dapat menyerang. Selain di Eropa, legenda zombie juga terdapat di seluruh dunia. Sebut saja Cina, Jepang, India, Persia, Arab, sampai suku asli Amerika.

In Popular Culture
Zombie modern, seperti yang banyak ditampilkan dalam buku, film, game, dan lainnya., sangat berbeda dari voodoo zombie maupun legenda zombie asli. Zombie yang dikenal saat ini dedefinisikan sebagai monster tak berperasaan, tidak berakal budi, serta memiliki rasa lapar akan daging atau darah manusia yang hidup. Konsep zombie modern mulai mencuat sejak film Night og the Living Dead dirilis dimana mereka dapat melukai bahkan membunuh manusia yang hidup, dan manusia yang digigit biasanya akan berubah menjadi zombie juga. Mereka pada umumnya tercipta dari wabah penyakit atau  terkena cairan kimia tertentu yang membuat manusia normal berubah menjadi zombie. Night of the Living Dead(1981 menjadi film pertama yang mengangkat ide gas mutagenic sebagai penyebab berubahnya seseorang menjadi zombie, yang keemudian ditiru oleh Trioxin buatan Dan O’Bannon pada tanun 1985. Zombie modern digambarkan sebgai mayat hidup dengan wajah pucat, bola mata berwarna putih, lamban dan lusuh. Tapi film seperti 28 Days Later, Dawn of the Dead atau House of the Dead menggambarkan zombie yang bisa bergerak lincah.

Dalam Voodoo
Menurut kepercayaan voodoo zombie, orang yang telah mati dapat diterima oleh bokor atau penyihir voodoo. Zombie ini dijadikan budak oleh bokor. Dalam bahasa asli Niger-Congo zombie berasal dari kata nzambi berarti dewa. Dalam tradisi Voodoo adalah bahwa energi manusinya sendiri, ditahan olh bokor untuk meningkatkan kekuatan sihirnya. Di tahun 1937 di Haiti, Zora Neale Hurston menemui kasus dimana seorang wanita muncil di sebuah desa, yang keluarganya mengklaim itu adalah Felicia Felix-Mentor, seorang relawan yang telah meninggal dalam usia 29 tahun. Hurston berspekulasi wanita itu bangkit bukan karena upacara ritual melainkan karena obat-obatan tetapi ia gagal menemukan bukti yang kuat. Beberapa dekade Wade Davis, seorang ethobotanist dari Harvard, mempresentasikan zombie dalam 2 buku. Ia berpendapat manusia dapat berubah jadi zombie dari 2 bubuk yaitu coup de poudre(powder strike) dan bubuka yang kedua adalah campuran serbuk tumbuhan yang salah satunya adalah datura.

Dalam Folklore
Di abad pertengahan, kepercayaan bahwa arwah orang mati dapat kembali ke bumi menghantui orang-orang yang hidup karena dalam hidupnya arwah itu mengalami ketidakadilan. Mereka kembali dengan tujuan membalas dendam mereka. Mereka terlihat seperti tengkorak manusai atau mayat yang telah busuk, yang berkeliaran di kuburan pada tengah malam. Draugr dari mitologi norse abad pertengahan percaya bahwa mayat para prajurit yang bangkit dan dapat menyerang. Selain di Eropa, legenda zombie dipercaya oleh beragam budaya di seluruh dunia(Cina, Jepang, India, Persia, Arab, sampai suku asli Amerika)
Dalam Budaya Sekarang
Zaman sekarang ini Zombie dimunculkan berbeda sekali dengan budaya voodoo atau yang lainnya. Zombie didefinisikan sebagai monster tak berperasaan, tidak berakal budi serta memiliki rasa lapar pada darah dan daging manusia. Zombie modern digambarkan sebagai mayat hidup dengan wajah pucat, boa mata berwarna putih, lamban dan lusuh. Night of the Zombies (1981) Film pertama yang bercerita zombie berasal dari gas mutagenic. Pada Film Dawn of the Dead atau House of the Death zombie digambarkan sebagai makhluk yang bergerak lincah dan cepat.
Dalam video game zombie disebabkan oleh virus seperti game Resident Evil. T-virus adalah salah satu virus penyebab zombie tapi dalam Game lain seperti Evil Dead zombie berasal dari makhluk dari kegelapan.

Iklan